Business is easy bagi anda yang meyakini itu mudah. Business is easy bagi yang mengenal Sang
Pemilik Modal. Maka, jalanilah bisnis melalui jalur-jalur yang disukai Sang Pemilik Modal, Allah
SWT.
Berdasarkan pengalaman saya dan pengalaman orang-orang banyak, saya hendak mengatakan
bahwa BUSINESS IS EASY, bisnis itu mudah sebab memang tidak ada yang sulit buat Allah SWT.
Apa yang sulit buat Allah untuk membuat Nabi Zakaria dengan istrinya yang sudah berumur 90-an
tahun punya anak? Allah mengatakan di dalam firman Nya, Huwa’alaiya Hayyin, buat-Ku adalah
mudah.
Disodorkan lagi kisah Maryam yang tidak pernah disentuh oleh laki-laki tapi kemudian Maryam
hamil. Masih kurang? Disodorkan lagi oleh Allah kisah spektakuler lainnya, kisah tentang Nabi Isa
AS. Di dalam buaian, Nabi Isa AS menjadi pembela ibunya. Nabi Isa AS yang saat itu masih bayi
berbicara. Bukan hanya 1 kalimat, melainkan sampai 5 ayat!
Panjang perkataan Isa padahal dia seorang bayi. Inilah, kun
fayakun.
***
Ada satu cara yang paling gampang menjadi pengusaha, ada satu
jalan yang paling mudah kemudian dijalankan untuk menjadi
seorang pengusaha, yakni berdoa sama Allah, Sang Pemilik
Modal dan Sang Pemilik Dunia, supaya bisa punya usaha.
Tapi bagaimana dengan orang yang gak punya apa-apa? Apa berarti dia gak bisa sukses? Saya
harus memberi tahu diri saya dan saudara-saudara semua bahwa Tuhan kita ini MasyaAllah… luar
biasa. Orang yang gak punya apa-apa, duit gak ada, proyek gak ada, jaringan gak ada, ilmu gak ada,
pengalaman juga gak ada, tapi bisa sukses.. Asal apa coba? Asal DIA PUNYA ALLAH SWT.
Sederhana kan?
Terlalu banyak waktu terbuang dari kita semua. Sekarang fokus deh ngomongin gimana caranya
nih jadi pengusaha, yang paling gampang ya doa itu. Tengah malem bangun, minta sama Allah.
Datang subuh, dia ke masjid, shalat dan berdoa, minta sama Allah. Pagi-pagi dia dateng lagi ke
Allah untuk shalat dhuha. Pas dzuhur dateng ke Masjid, duduk di shaf paling depan, beraudiensi
langsung bukan ke pemilik bank, bukan pula ke investor, tapi beraudiensi langsung buat urusan kita
sama pemilik dunia … keren! Yang lain belum dateng, kita datang paling duluan, kenapa? Cuma
punya Allah, gak punya apa-apa, ngadu deh sama Allah, “Ya Allah pengen punya usaha, gimana ini
???” Yang lain kabur abis shalat, kita tenang dulu santai, shalat ba’diyah. Yang lain 2 ba’diyahnya,
kita 4 ... mantap!!! Coba ya buktiin saran saya.
Saya senang pakai angka, 3, 7, 14, 21, 40 maksudnya apa ustadz? Ya
coba jajal 3 hari doa jangan putus, di 7 waktu. 5 abis shalat fardhu, 1 abis
shalat malem, 1 abis shalat dhuha.
Kekuatan doa itu sangat dahsyat. Lautan saja bisa terbelah karena doa.
Ingat kisah Nabi Musa? Bagaimana ketika Musa AS berdiri di pinggir
laut terkepung oleh pasukan Fir’aun, Musa berdoa ‘Allahumma lakal
hamdu wailakal musytaka wa antal musta’an lahaula wa laa kuwwata
illaa billah’. Itu lautan terbuka, lautan bisa terbelah atas izin Allah. Jadi,
berdoalah!
***
Ketika saudara memiliki keinginan terhadap suatu barang, perjalanan
yang biasa saudara lakukan selama ini adalah menabung. Pengen motor, nabung. Pengen rumah,
nabung. Nabungnya juga bukan buat beli motor atau rumahnya, tapi buat DP … kasihan!
Itulah ketika saudara tidak mengenal Allah SWT dan saudara lebih mengenal kredit. Saudara lebih
kenal sama leasing. Kalau saudara kenal sama Allah, bagian (ibadah) manapun yang saudara ambil
dari Allah, akan menjadikan saudara punya. Saudara nggak bisa shalat malem, bisanya shalawat, ya
udah shalawat aja … pasti tembus itu. Jangankan motor roda dua, mobil juga bisa dapat, insyaAllah.
Seseorang, misalnya hendak mengembangkan usaha. Dia butuh uang sekian rupiah. Uang yang dia
miliki baru setengahnya. Lalu dia bertekad untuk bekerja lebih keras lagi untuk mengumpulkan sisa
kekurangannya. Prinsip ini kurang tepat, udah tahu kerja keras yang dilakukan kemarin-kemarin
kaga cukup, masih ngandelin kerja keras doang. Gak ada yang salah sih kerja keras asal tetap
melirik Allah juga. Emang duit susah datengnya, kalau tidak diizinkan oleh Allah SWT.
Sekali lagi Saudara, bagian (ibadah) manapun yang Saudara ambil dari Allah, akan menjadikan
Saudara punya. Jika Saudara tidak bisa shalat malam tapi Saudara bisa shalawat, silakan
bershalawat saja. Jika Saudara tidak kuat bangun malam untuk tahajud tapi Saudara bisa
bersedekah, bersedekahlah. Pasti tembus.
Setelah itu, apa yang kita lakukan? Menunggu Allah datang. Menunggu, sambil tetap meneruskan
ikhtiar yang sudah Saudara lakukan. Jangan mulai, tapi selanjutnya berhenti. Kalau di satu malam
Saudara dapat beribadah pol-polan, maka seterusnyalah seperti itu.
Saudara membutuhkan keyakinan yang bulat. Keep your faith. Allah tak akan menyia-nyiakan amal
seseorang. Meski, terkadang Saudara akan diuji dulu, dengan kondisi yang lebih parah. Saudara
mungkin akan menghadapi “kisah tragis”. Saudara sudah berusaha beramal semaksimal yang
saudara mampu, namun balasan dari Allah belum terlihat, bahkan terasa situasi semakin
menghimpit. Tragis memang. Karena, cara berpikir kita bukan cara berpikir Allah. Cara kerja Allah
pasti tidak sama dengan apa yang kita pikirkan. Kita tidak pernah tahu apa tindakan Allah, langkah
Allah.
Keyakinan dan kepercayaan Saudara sedang diuji. Saat pertolongan Allah belum terlihat, yang
muncul di benak Saudara adalah mencari bantuan ke sesama manusia. Namun, Allah melihat. Allah
melihat semua yang sudah Saudara usahakan. Allah tak akan menyia-nyiakan setiap usaha yang
Saudara lakukan. Allah tak akan pernah menyalahi janjinya. Saudara hanya perlu yakin. Sekali lagi,
yakin hanya pada Allah, yakin pada pertolongan Allah.
Keyakinan dan kepercayaan Saudara sedang diuji. Saat pertolongan Allah belum terlihat, yang
muncul di benak Saudara adalah mencari bantuan ke sesama manusia. Namun, Allah melihat. Allah
melihat semua yang sudah Saudara usahakan. Allah tak akan menyia-nyiakan setiap usaha yang
Saudara lakukan. Allah tak akan pernah menyalahi janjinya. Saudara hanya perlu yakin. Sekali lagi,
yakin hanya pada Allah, yakin pada pertolongan Allah.
“Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami
dengan perantaraan rasul-rasul Engkau, dan janganlah Engkau hinakan
kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.” (QS Ali
Imran 194)
Saat Saudara sudah berhasil melalui titik-titik terendah dalam kehidupan
Saudara, sambil terus mengharapkan pertolongan Allah dan terus
mendekatkan diri pada-Nya, niscaya, persoalan apapun yang datang
kemudian akan terasa ringan.
***
Bicara tentang pertolongan Allah, ada satu kisah nyata yang sangat dahsyat tentang business is
easy lewat jalur sedekah. Kisah Syafi’i dan istrinya, pengusaha catering dengan omset lebih dari 38
Milyar di tahun 2008. Padahal beberapa bulan sebelumnya, mereka masih tinggal di rumah
kontrakan, bahkan sempat diusir dari sana. Lewat pintu gerbang sedekah, Allah akhirnyamengangkat dia. Laa ilaaha illallah… Saudara bisa membaca kisah Syafi’i ini secara lebih lengkap di
bab 2 buku Feel.
Betapa mudahnya bagi Allah mengangkat, tapi sebaliknya juga betapa mudahnya bagi Allah
kemudian menurunkan.
“Katakanlah: "Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang
Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan
orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. di tangan
Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau
masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan
yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup, dan Engkau beri rezki
siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)". (QS Ali-‘Imran: 26-27)
http://whbs.or.id





