RSS

CELOTEH SI BURUH MIGRAN

copas dr kawan:
http://dearvalien.wordpress.com/2014/04/30/celoteh-si-buruh-migran/
April 30, 2014Edducation


Yang jadi alesan utama para buruh migran biasanya karna keadaan terjepit terlilit utang, susah nyari kerja, mau usaha ga punya modal, pengen punya rumah, pengen beli sawah,dsb.. bahkan ada diantara kawan-kawan saya harus rela berangkat berulang-ulang kali bahkan juga mereka enggan pulang dan memutuskan jadi pekerja illegal bertaun-taun demi mewujudkan impian masing-masing.. Dari tahun ke tahun semakin banyak saja peminat menjadi pekerja ke luar negri, mau sampe kapan hal ini terjadi..?



Sungguh ironis sekali bangsa kita ini…. Apa kata dunia pak…bu…??



Kalo saja bangsa kita tau apa yang mereka slalu harapkan untuk bangsanya, sungguh mengenaskan pak.. bu..

Mereka sangat mengharapkan kurs slalu naik pak..! agar ketika mereka kirim kepada keluarga di Indonesia menjadi banyak, dan itu artinya mereka lebih mendoakan rupiah terus terpuruk. Coba anda hitung ada berapa buruh migran setiap tahunnya, belum ditambah dgn para calon TKI/TKW yang masih di Indonesia, maka sebanyak itulah yang mendoakan Negara kita terpuruk, terus gimana bangsa kita ini mau maju pak..? kalo setiap saat didoakan seperti itu..

Itu baru dari segi materil, ternyata ada yang lebih mengenaskan lagi pak.. bu..



Sebulan yang lalu Allah perkenalkan kpd saya seorang kawan, sebut aja Gofar (nama samaran) anak jogja alumni pesantren dia baru saja 6 bulan menginjakkan kakinya di korsel, tiap hari dia nangiiiiiis jangankan untuk sholat jum’at untuk memenuhi kewajiban seorang muslim sholat 5 waktu aja susah, udah mah dapet majikan yang arogan jg ringan tangan, salah-salah sedikit tuh tangan nyamber ke kepalanya, masyaAllah pak… bu.. kalo dia cerita sama saya sambil nangis, dia nyeseeel, dia slalu berniat pengen kabur tapi ga bisa semua kartu identitas dan gaji pun ditahan dan juga lokasi yang susah transportasi untuk akses ke kota.. saya slalu bilang jangan putuuus minta ampunan dari Allah, jangan putus minta perlindungan Nya, minta dimudahkan jalan, innallaha ma’anaa… saya aja kalo denger dia cerita masyaAllah berlinang air mata, pak.. bu.. minta do’a nya untuk kawan saya yang satu ini juga untuk kawan-kawan yang laen..

Ya Allah… kebangetan beneeer bangsa kita ini..

Duuuh sampe netes air mata nih..



Bangsa kita ga nyadar udah nyiptain neraka buat putra-putrinya sendiri, dan bangsa kita jg ga nyadar udah nyiptain sorga buat putra-putrinya yang senang manisnya dunia sehingga mereka dengan bebas berbuat maksiat minum, prostitusi, judi, dll..

Sudah berapa banyak korban penganiayaan, pemerkosaan, pembunuhan, harus berapa banyak lagi pak…?

Bangsa kita juga ga nyadar udah menciptakan orang baik-baik jadi pelaku kriminal baru pembunuhan, karna terjepit. Masih hangat berita ibu satinah berapa puluh milyar bangsa kita keluarkan untuk menebus satu orang saja agar terbebas dari hukuman mati, sedangkan masih banyak satinah-satinah yang laen dibelakangnya.

Ya Allah.. ampunilah bangsaku ini..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ikhlas Membayar

Selama ini kita dikondisikan untuk ikhlas membayar segala jenis beaya adm (berkisar 3ribu-5ribu)

•Adm tag listrik,
•Adm ang pinjaman
Bhkn beli token listrik di Bank jg pake adm 

MUNGKIN 3ribu-5ribu itu kecil nilainyaan tapi andaikan 50 jt sj dr penduduk Indonesia yg byr listrik & ikhlas juga membayar by adm kalau biayanya Rp 3.000 saja, mari kita hitung BETAPA BAIKNYA rakyat Indonesia mau MENYUMBANG ke kantong orang kaya 150 Milyar per bulan

Rp 3.000 x 50 juta hslnya sgt Subhanallah...Dashyat 150 M
Kita slm ini sepakat menyumbang ke kantong orang kaya senilai 150 MILIAR & ini baru 1 adm sj Listrik
Bgmn dgn by adm telepon, kartu Halo, speedy, TV kabel dll
Brp byk potensi yg kita sia-siakan?

VSI ada utk mengumpulkan "recehan" itu Ustad Yusuf Mansur membuat konsep gmn yg 150 M itu dialihkan & kembali KE KANTONG RAKYAT INDONESIA

Sudah sangat byk ibu rumah tangga, sales, karyawan, PNS, mahasiswa mendapatkan income jutaan krn mereka mendukung konsep yg menguntungkan ini. Penghasilan akan terus mengalir SELAMA msh ada orang yang membeli pulsa,membyr tgh listrik,tlp,dsb

Konsep sederhana mengubah kebiasaan lama mengalihkan pembayaran ke VSI
Dptkan income tambahan dgn menyampaikan kebaikan ini ke semua org yg anda cintai atau siapapun yg anda temui agar mereka jg dpt merasakan kemudahan dari VSI

Orang CERDAS menangkap peluang menggunakan VSI serta ikut membesarkan komunitas penggunanya
Bersama kita bisa membeli ulang TANAH AIR KITA TERCINTA ini

Partisipasi anda sangat PENTING untuk ada bersama kami ϑĭ VSI

Coba dah hal diatas DISOSIALISASIKAN saat prospek atau cerita ke teman... Ke semua teman kita yg punya HP, MUDAH kok untuk sukses di VSI

275 ribu akan mendapatkan :
aplikasi VPAY untuk mendapatkan cashback fee transaksi seumur hidup melalui format sms, YM, Gtalk, aplikasi di android,
fasilitas kuliah online di wisata hati business school senilai 1 juta di www.whbs.or.id
produk hadiah berupa buku karya ustadz yusuf mansur,
fasilitas virtual office outlet VSI join us;www.vsi45.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Apa Betul Bisnis VSI tidak Sesuai Syariah?


Judul tersebut sengaja saya angkat karena bisnis VSI saat ini tengah menjadi salah satu topik terhangat di dunia maya, khususnya social media. Ini tidak lain karena melibatkan salah seorang ustadz yang cukup ternama di negeri ini, yaitu Ustadz Yusuf Mansur. Dari hasil observasi yang saya lakukan, kelihatannya opini yang berseliweran di dunia maya ini agak kurang berimbang, terutama antara yang pro dengan yang kontra. Salah satu isu yang menonjol dan mengundang perdebatan yang sangat intensif adalah : apakah bisnis VSI ini sesuai syariah atau tidak?
Untuk itu, saya mencoba menganalisis secara obyektif tentang bisnis VSI dari perspektif ekonomi syariah. Tentu tanpa bermaksud mendahului proses di DSN MUI, yang memiliki otoritas mengeluarkan sertifikasi halal bisnis. Ustadz Yusuf Mansur pernah mengatakan bahwa proses pengajuan ke DSN MUI sudah dilakukan, tinggal sekarang menunggu proses berikutnya. Sambil menunggu proses di DSN, saya mencoba mengidentifikasi beberapa hal pokok yang menjadi sumber perdebatan selama ini.
Isu 1: Core business VSI
Isu ini perlu diangkat karena saya melihat adanya bias terhadap bisnis utama VSI ini, dan secara syariah, core business ini menentukan apakah bisnis VSI ini melanggar syariah atau tidak. Kalau kita lihat secara mendalam, bisnis utama VSI adalah payment technology. Adapun habbatus sauda dan buku, menurut saya itu hanyalah pelengkap dari paket penjualan. Intinya, bisnis aplikasi software untuk pembayaran. Secara syariah, tentu bisnis ini tidak ada masalah. Peruntukannya jelas, yaitu untuk membantu kita melakukan sejumlah transaksi yang biasa kita lakukan sehari-hari, seperti bayar pulsa, listrik, dan lain-lain.
Yang dipermasalahkan adalah, kenapa harga aplikasi ini sampai mencapai angka Rp 275 ribu? Sementara banyak aplikasi lain yang gratis. Ini dianggap mengundang “kecurigaan” bahwa uangnya akan dipakai dalam skema yang mengarah kepada money game. Dan kita sama-sama tahu kalau money game itu tidak sesuai syariah.
Terhadap isu ini, jawaban saya sederhana. Pertama, adalah tidak fair kalau kita membandingkan aplikasi VPay ini dengan aplikasi gratisan yang tersedia di internet. Mestinya kalau mau membandingkan, bandingkan dengan aplikasi lain yang sejenis agar apple to apple, seperti mobile banking suatu bank atau teknologi paypal. Tidak mungkin seseorang bisa menggunakan aplikasi mobile banking kalau ia tidak menjadi nasabah di bank tersebut, dimana ia harus membuka akun dengan nominal tertentu. Intinya, jadi nasabah dulu, baru bisa memanfaatkan layanannya. Demikian pula dengan teknologi paypal yang tidak gratis.
Kedua, sah-sah saja secara syariah, sebuah perusahaan menjual produk pada tingkat harga tertentu. Adalah hak VSI untuk menjual teknologi Vpay pada level harga berapapun, baik Rp 275 ribu, lebih kecil dari Rp 275 ribu, maupun lebih besar dari angka tersebut. Sama seperti orang jualan bakso, kenapa harga bisa berbeda antara warung bakso satu dengan warung bakso lainnya. Itu kan terserah penjual masing-masing, setelah mereka mempertimbangkan berbagai faktor. Dan bukan hak kita untuk mengotak-atik harga jual bakso di warung tersebut. Kalau tidak mau beli, ya tidak masalah. Kalau mau beli, ya harganya sebesar itu. Simpel.
Hasil penjualan warung bakso itu menjadi hak penuh warung tersebut. Sama seperti saat kita bekerja dan mendapat gaji. Adalah hak kita untuk memanfaatkan gaji tersebut untuk apa saja. Tentu kita berharap bahwa pemanfaatan dana tersebut sesuai dengan syariah, misalnya dengan mengeluarkan zakat, infak dan shadaqahnya terlebih dahulu sebelum dibelanjakan untuk hal lain.
Saya juga mendengar bahwa manajemen VSI sudah banyak melakukan pembenahan dan bersiap-siap menjadi perusahaan sangat besar. Transaksi per awal April sudah sangat lancar. Sedangkan transaksi itu adalah core-business dari VSI.
Isu 2 : Masalah dua akad dalam satu transaksi, makelar atas makelar, dan cash back
Dalam Islam, Rasul dengan tegas melarang dua akad dalam satu kontrak. Demikian pula dengan persoalan makelar atau samsarah, dimana “samsarah ‘alaa samsarah” itu tidak boleh. Buat yang masih bingung tentang “samsarah ‘alaa samsarah”, silakan di-googling sendiri.
Sekarang mari kita lihat praktek VSI hari ini. Yang saya amati, VSI yang sekarang telah memisahkan antara akad untuk pengguna atau user dengan akad untuk mitra bisnisnya. Akad untuk user adalah akad jual beli biasa, dimana seseorang membeli VPay untuk ia gunakan sendiri. Dalam jual beli atau al-bai’, terjadi pertukaran antara uang dengan barang. Barangnya, dalam hal ini aplikasi VPay, menjadi milik user, sedangkan uangnya, menjadi milik perusahaan. Saya rasa ini clear.
Kemudian, buat mereka yang tertarik menjadi mitra bisnis VSI, harus mengisi form lagi. Dengan kata lain, harus melakukan akad terpisah sebagai agennya VSI, dan akan mendapatkan hak dan kewajiban sesuai kesepakatan dan ketentuan yang berlaku. Jadi buat saya, bisnis VSI ini jelas. Tidak ada dua akad dalam satu transaksi.
Bagaimana dengan bisnis para mitra dan kaitannya dengan “samsarah ‘alaa samsarah” dan skema ponzi? Sebelum masuk kedalam isu itu, ada baiknya kita sepakati esensi dari suatu bisnis. Esensi bisnis adalah menjual produk sebanyak-banyaknya kepada sebanyak-banyaknya konsumen. Jadi dua hal yang penting, yaitu : jumlah produk yang terjual dan jumlah pengguna yang memakai produk kita. Nah, para mitra ini harus memenuhi dua target ini: pasarkan VSI kepada masyarakat seluas-luasnya, dan ajak masyarakat untuk menggunakan aplikasi teknologi ini sesering-seringnya. Ada target omset yang harus dipenuhi. Besarnya omset ini akan mempengaruhi besarnya pendapatan yang akan dinikmati oleh para mitra. Makin besar omset, ya pendapatannya makin besar. Masuk akal bukan?
Bagaimana cara mengajak masyarakat sebanyak-banyaknya? Ya ajak mereka untuk menjadi pengguna (user) atau menjadi mitra bisnis. Kalau masyarakat memilih jadi pengguna saja, maka ajak mereka untuk memakai aplikasi VPay ini sesering-seringnya. Kalau mereka tertarik untuk ikutan berbisnis, maka menjadi mitra bisnis adalah pilihan yang tepat. Jadi, masalah “member get member” adalah dalam kerangka ini, yaitu mencari pengguna atau mitra bisnis sebanyak-banyaknya. Ini sesuatu yang tidak masalah dalam Islam.
Bagaimana dengan “samsarah ‘alaa samsarah”? Menurut saya, skema bisnis VSI tidak mengarah pada “samsarah ‘alaa samsarah” (kita singkat SAS biar mudah). SAS yang mengarah pada pendzoliman terjadi ketika A merekrut B, B merekrut C, dan C merekrut D, sementara A menerima bonus/komisi dari kerja B merekrut C dan C merekrut D, B menerima bonus/komisi dari kerja C merekrut D, dan D tidak dapat apa-apa kecuali ia merekrut E dan seterusnya. Tentu yang dizalimi adalah D dalam hal ini. Dalam skema money game, selalu downline terbawah yang dizalimi. Apakah VSI seperti itu?
Sekarang kita lihat, apa yang dilakukan VSI. Pertama, soal angka penjualan software yang mencapai Rp 275 ribu, itu sah-sah saja sebagaimana yang telah saya jelaskan di atas. Bahwa kemudian perusahaan memberikan bonus kepada mitra yang berhasil menggaet seorang user atau mitra bisnis baru, itu juga sah-sah saja secara syariah. Ini karena status uang tersebut adalah milik perusahaan, sehingga perusahaan bebas menggunakannya. Mau memberi bonus kepada si A, B C, dan D, atau tidak memberi bonus sama sekali, itu hak perusahaan. Kalau anda punya uang, maka anda bebas memanfaatkannya bukan?
Kedua, terkait dengan cash back. Dalam suatu transaksi, misal isi pulsa, cash back-nya Rp 1800, dimana Rp 800 masuk ke perusahaan, dan sisanya Rp 1000 diberikan kepada mereka yang menggunakan aplikasi ini. Dalam contoh di atas, baik si A, B, C maupun D sama-sama menggunakan jasa VPay. Dalam konsep ini, apakah downline yang paling bawah, yaitu si D, dirugikan karena dari Rp 800 tersebut, perusahaan membagikannya dalam bentuk bonus kepada si A, B, dan C? Jawabannya, tentu tidak. Mengapa? Karena si D telah mendapatkan haknya, yaitu Rp 1000 sebagai cash back dari transaksi yang dilakukannya. Adapun yang Rp 800, sekali lagi itu adalah uang milik perusahaan, yang bebas digunakan oleh perusahaan. Dalam hal ini, VSI memberikan “bagian” keuntungannya sebagai stimulus kepada para mitra bisnisnya, dengan kriteria dan syarat tertentu yang harus dipenuhi oleh mitra tersebut. Diantara kriterianya adalah besarnya omset yang dihasilkan. Ingat ya, besarnya omset yang dihasilkan.
Kezaliman baru muncul ketika hak si D yang Rp 1000 tersebut dikurangi secara sengaja, atau diambil untuk membayar C, B dan A. Ketentuan cash back Rp 1000 berlaku secara adil kepada A, B, C dan D. Kalau D lebih sering memakai layanan VPay, maka boleh jadi ia mendapatkan cash back yang lebih besar dari A, B dan C.
Jadi, skema “samsarah ‘alaa samsarah” tidak berlaku disini. Disinilah pentingnya kejelasan akad yang dilakukan. Dan VSI telah secara jelas menerapkan akad yang terpisah, baik dengan pengguna (user) maupun mitra bisnisnya.
Kesimpulannya, secara syariah, menurut saya tidak ada pihak yang dizalimi, sehingga tidak bertentangan dengan syariah. Skema bisnis VS juga jelas-jelas bukan skema money game. Tidak ada pihak yang dirugikan. Saya menduga, munculnya tudingan money game ini ketika melihat marketing plan-nya VSI di awal-awal berdirinya VSI. Tapi kalau lihat kondisi VSI hari ini, terlihat hal yang sangat jauh berbeda. Ini bisa dilihat dari website resmi VSI, yaituwww.klikvsi.co.id, bukan dari website-website lain yang mengatasnamakan VSI.
Gagasan aplikasi teknologi pembayaran ini menurut saya juga sangat cemerlang. Apalagi saya mendengar informasi bahwa VSI juga akan mengembangkan e-book dan e-training Ust Yusuf Mansur, serta berbagai aplikasi lain ke depannya. Ini tentu misi besar yang harus kita dukung, sehingga niat membeli kembali Indonesia yang selama ini digembar gemborkan Ust Yusuf Mansur, bisa direalisasikan dengan baik.
Saya juga berharap semoga proses di DSN MUI bisa berjalan dengan lebih cepat, supaya pihak-pihak yang menaruh perhatian pada VSI, tidak menduga-duga lagi soal kesyariahan bisnis ini. Dan untuk VSI, memang harus ada penyamaan SOP (standard of operating procedure) terkait dengan pemasaran produk VPay ini, agar masyarakat bisa memahami hakekat bisnis VSI ini dengan lebih baik, sehingga persepsi bahwa seolah-olah bisnis ini mengandung unsur money game, bisa dikikis dan dihilangkan. Juga kepada para mitra bisnis VSI, agar memahami konsep akad dan bisnis yang dikembangkan VSI. Tujuannya, supaya tidak salah dalam menjelaskan keunggulan produk VSI ini. Wallahu a’lam.

sumber:http://m.kompasiana.com/post/read/647700/1/tentang-vsi-apa-betul-bisnis-vsi-tidak-sesuai-syariah.html
By: pemerhativsi@gmail.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Money Game vs VSI

Assalamualaikum wr.wb
Salam sehat sejahter buat kawan semua, dimanapun anda sekarang semoga selalu dalam perlindunganNYA.. Amin…
Oke kita kupas tuntas deh Money Game ama VSI.. Ane dah ngantuk juga sebenernya.  And buat ente-ente yang dah gabung VSI ente harus baca nih sampai akhir. Jangan baca judulnya doing abis ntuh pigi.. Ane dah cape cape nulis mas brooo… Dan salam buat keluarga VSI dimanapun berada..
Kaga usa basa basi ya..Ane tulis aja maksud dan tujuan ane..  Langsung  saja kita ke pokok permasalahan yang banyak banget dipermasalahkan ama orang-orang yang kaga setuju VSI berkembang di bumi nusantara tercinta nih. Banyak artikel yang menyebut VSI money game.. Ane pengen tau bozz!! Ente dah jadi pelaku Money Game apa belooon??
1. MONEY GAME
Money game lebih mementingkan bagaimana membuat calon mitranya terhipnosis dengan iming-iming passive income. Ya kita sebut aja D4. Duduk Diem Dapet Duit. Contoh dah banyak banget. And rata-rata Hit and Run. Diawal-awalnya aja tuh dia penuhin janji2nya. Misal kita naroh duit 1000$ deh. Disana dijanjikan kita dapet profit perbulan atau dengan iming2 40 hari kerja duit balik dapet profit 2000$. Tanpa disadari kita terhipnosis dengan konsep ntuh boz. Maklum orang Indonesia ga pengen susah.. pengennya yang enak tapi dapet duit guueeeddeee. Hehehehe.. Ketika kita naruh uang di konsep MONEY GAME manapun. Ga ada istilahnya “akad jual beli” boz. Kita hanya main gambling doang. Kita hanya naroh duit doang dan berharap bulan depan dapet deviden atau profit. Dan ga ada istilahnya money Game ngasih kemudahan. Adanya was-was dihati para member boz. Dan berharap cepet dateng tuh tanggal, soalnye mau buat bayar utang,.. Hahahah,,, Padahal profit dia itu dari perputaran uang dia sendiri boz. Meski disana dituliskan “uang anda diputarkan di trading forex atau diputarkan di tambang “ dan masih banyak yang lain boz. Dan umur Money Game kaga ada yang tahan lama boz.. Dan pemilik MONEY GAME adalah mavia-mavia ONLINE dari luar negri boz.. Karena orang asing tau, kita ntuh mudeh banget dibo’ongin boz.. Kita ntuh gampang dikibulin. Hehe..
Dah ah jangan ngomongin jeleknya SISTEM. Toh yang bikin juga kepalanye sampek botak. Heheee
2. VSI ( Veritra Style Indonesia )
Veritra Sentosa International atau VSI dari sejarahnya jelas, pendirinya jelas, badan hukumnya jelas. Apalagi sih yang diributin. Banyak member VSI yang kaga ngerti duit 275.000 ntuh buat ap. Nih ane jabarin siji-siji ( jawa banget ya’ ) hehee..
·Biaya aktivasi keagenan ( no HP)
Nah banyak yang bilang, wah diluaran yang gratis aja banyak kok. Ngapain buang uang 275. Mending buat deposit. Salah ente boz. Gini bos, namanya server kan bikinye pasti bayar boz. Aplikasi super canggihnya pasti kita beli boz. Nah kalau kita daftarnya VIA agen pulsa. Maka anda akan terkena “harga nasional”. Coantoh harga M-Kios dibandung yang 10rb mungkin harganya Cuma 10.300.. Nah kalau M-Kios dibawa ke pulau BURU ( Maluku kalau kaga salah) harga M-Kios pun akan mengikuti harga nasional boz. Kalau dibandung harganya 10.300 di pulau Buru bisa UP menjadi 11rb boz. Coba ente Tanya ama sobat ente yang dipedalaman. Apalagi daerah tambang nuh. Widih kejem banget. Pulsa 10rb harganya 15-20rb. Sedangkan kalau kita menggunakan VSI. Harganya dibawah 10rb BOS, kenapa harga VSI mahal. Karena untuk membayar royalty buat pendahulu dia. Sadar atau tidak sadar. Anda daftar di agen pun akan berlaku tuh royalty transaksi. Misal Agen punya member A. A ke B. Maka harga dari agen akan berubah tuh. Pasti akan Naek antara min 50 dan max 200 perak. B ke C pun sama.. Akan berlaku royalty transaksi. Rata-rata agen membatasi harga royalty di kisaran 200 bos. Nah di VSI pun sama. Akan dapet royalty boz. Tetapi 20 perak. Sekarang pikiren jal. 200 ama 20 kejeman mana. Memang di VSI berlaku 10generasi. Ya ditotal 200 perak juga. Tapi kalau lewat agen. 10 generasi kalau rata2 ambil 50 perak aja, Totalnya 500 perak boz. Kejeman VSI apa Agen diluar boz. Itu nalarnya aja.


Belom dari transaksi PLN, Telkom, PDAM, DLL. Biaya admin lebih murah dibanding di LOKETnya langsung. Karena biaya admin dikembalikan ke member yang bayar tagihan. Meski Cuma 1000 rupiah. Tetapi kan luar biasa banget tuh. Daripada kita bayar admin ke oknum yang kita tidak kenal. Ente mau pake listrik sampek kapan boz. Dan uang 275 itu lebih murahkah disbanding anda bayar admin ke bank atau ke loket. Yang harus antri dan buang banyak waktu. Inget bos. “TIME IS MONEY” hehe…
·Kuliah Online di www.whbs.or.id senilai 1jt
Jujur boz. Ilmunye manteb bener tuh. Ane mrinding ikutinye. Ilmu memang harus disebar luaskan bos. Dan sama ilmu kite kaga boleh pelit. Harus dibagi. Kenapa kalau ilmu harus dibagi kok kudu bayar?? Gini Bos.. Guru atau DOSEN aja ada gaji tetepnya bos.. Malah gede sekarang gaji guru. Wajar kalau USt. Yusuf Mansur matok harga 1jt. Kuliah aja kudu bayar 15jt masuk fakultasnya aja boz. Baru masuk doang, belon dapet ilmu. Nah di whbs kita harus bayar voucer 1jt saja kita bisa masuk dan kita bisa ngikutin kuliahnya tanpa kudu bayar lagi bos. Nah sedangkan jadi member VSI 275rebu kita dah bisa login di whbs boz.  Murah 275rebu apa kite bayar 1jt buat masuk whbs?? Pikirin boz. Jangan mikirin negativnye doang. Hehehe
·Poin Promo Perdana
Ada habspro ada Bukunya Ust. Yusuf Mansur ada e-book dan e-training. Dan ini adalah bukti akad jual beli sahnya. Kalau kita ngeluarin duit, kite kan kudu dapet barang. Ya ini produk tambahan ini. Dan ini yang saya singgung diatas tadi. Money Game ga ada istilah akad jual belinya. Sedangkan di VSI kita dikasih Poin Promo Perdana yang bisa diambil dikantor pusat atau bisa diambil di mobile agency terdekat. Kalau yang belon dapet, hubungin sponsor ente.  Jangan ngamuk mulu gara-gara belon dapet PPP. Heheheee…
Cuman gini bozz... VSI dah banyak perubahan dari awal.. Ustadz sebagai Owner dan Foundernye udah banyak  nanya udah juga banyak denger.. Cuma, Ustadz punya prinsip. Ane ketemu banyak kali sejak di VSI ni boz.. Salah satunye soal HABSPRO nih. Dulu Habspro ini jadi andelan Produk VSI. Cuman maaf maaf kate nih boz, justru habspro menghambat perizinan. Entah perizinan apapun ntuh. Sebab Habspro kudu ada BPPOM, LPPOM dan kudu ada label halal dari MUI. Diluar izin soal regulator buat VSI  sendiri dari lembaga regulator mas broo...
Kemudian HABSPRO ni ditarik dulu boz. Dan disempurnakan dulu sebagi produk VSI. Cuman, ente jangan gelisah dulu boz. Masih ada e-book dan e-training. Cuman, semua masih proses.. Sabar mas boozzz... Nikmatin aja dulu yang bisa dinikmatin sekarang. Saya tau, ga ada hak kita kecuali dipenuhin ama ustadz dengan izin ALLAH. Asall,,,, ente mau doain Ustadz DKK VSI. Yuukk doain yuukk...
·Bisnis ( pengembangan jaringannya )
Nah ini kan yang sering dipermasalahkan. Member get member is money game. Money game pale loe peyang. Baca nuh yang diatas. Hehehe
Boz, yang namanya bintang iklan dimanapun dibayar mahal. Contoh si kang SULE. Sekali nongol iklan baru puluhan juta bahkan bisa milyaran. Sama boz, mitra yang memasarkan VSI akan mendapat bayaran. Ente jangan salah boz. Member VSI artis semua. Wajar kalau mereka dapet bayaran dari VSI. Soalnya mereka sudah memasarkan produk VSI yaitu V-Pay ke masyrakat. Bedanya kalau kang SULE masuk di TV kalau member VSI masuk dirumah-rumah. Enakan member VSI. Luas member VSI ruang geraknya. Bayangin kang SULE masuk ke TV. Segimana gedenya tuh TV, Kang SULE bisa masuk.. hahahaaa…..
Dan kerenya konsep jaringan VSI itu system Hibrid antara Binary dan Matahari system.
Kelemahan Matahari : Bonus lama ( Bulanan), Bonus kecil karena dr perputaran Produk
Kelemahan Binary : Konsep binary kalau tidak ada batasan bonus dijamin cepet tutup.
Kelebihan Matahari : Kuat dan Tahan lama
Kelebihan Binary : Bonus cepet dan besar.
Nah di VSI digabungkan tuh boz. Supaya VSI “KUAT, TAHAN LAMA, DAN BUESAR” (Buat ibu-ibu yang baca jangan negative thingking ya’)hehheee..
Nah kok begitu,, Binary di konsep pengembangan komunitasnya..Dan  Matahari sistemnya di transaksi  Paymentnya boz..
Cukup sekian dari saya. Ini artikel saya bikin hanya buat hiburan saja. Bukan untuk melawan antum yang kaga suka ama VSI. Ga usah jelekin VSI deh. Ente juga lagi bisnis, kalau bisnis ente digangguin orang ente juga kaga enak kan boz. Semakin ente menghujat VSI, semakin banyak orang yakin dengan VSI. Semakin anda menjelekan VSI semakin banyak orang penasaran ikut VSI. Saran ane, ente “Kembali Kejalan Yang Benar”.. Hehehehe.. Dukung aja ust. Yusuf Mansur.. Kaga bakal beliau ngejerumusin ente. Memang kita hanya boleh percaya ama ALLAH.. Tapi, Allah kirim keajaiban buat Indonesia lewat manusia ajaib bin ajaiber Ust. Yusuf Mansur. Hehee.. sory tadz kalau bawa nama ustadzer.. hehehe
Cukup sekian, salam buat semua. Kalau ada perkataan saya yang salah mohon maaf. Ambil segi positifnya.. Tendang jauh-jauh negatifnya.  Dan kalau bahasa ane nyleneh harap dimaklumin,, hehehe…
Wassalam..!!!!!
dicopi teko:http://m.kompasiana.com/post/read/649406/1/money-game-vs-vsi.html
http://vsi45.com/

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Formulir Pendaftaran VSI


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS